PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO KERIPIK TEMPE MALANG SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KAPASITAS PROSES PRODUKSI
DOI:
https://doi.org/10.62818/jpm.v1i1.10Kata Kunci:
Rattih Poerwarini, Lukman Zaini Kurniawan, Priska Wulan NdariAbstrak
Berdasarkan hasil analisis situasi dan diskusi dengan mitra dapat dirumuskan beberapa masalah, yaitu : Produksi
tanpa dilakukan grading (pemisahan berdasarkan kualitas), diversifikasi produk hasil keripik tempe masih kurang,
belum adanya untuk desain kontruksi mesin pengiris tempe yang mempermudah dan mempercepat proses produksi,
belum adanya building e-commerce untuk meningkatkan competitive advantage. Pengirisan tempe secara manual
menggunakan tangan, membutukan banyak waktu dan tenaga kerja serta ketebalan hasil irisan tempe tidak seragam
sehingga dapat menyebabkan penurunan mutu produk keripik tempe. Pengolahan secara manual dengan tangan,
masih banyak dilakukan dan masih layak secara ekonomi, namun demikian pada saat harga produk keripik tempe
harus bersaing dengan produk makanan sumber protein lainnya dipasaran, dan dengan adanya pandemi COVID – 19
ini masyarakat ketakutan akan sterilisasi jika menggunakan manual (tangan) atau nilai produk keripik tempe yang
relatif rendah, maka proses menggunakan mesin menjadi suatu keharusan (Less Contact Economy (LCE). Tujuan
pengabdian masyarakat ini yaitu pendampingan pengadaan mesin pengiris temped dan sistem e – commerce.
Manfaat yang diperoleh yaitu diharapkan usaha keripik tempe di masa mendatang bisa lebih siap menghadapi
persaingan, terutama menghadapi revolusi industri 4.0 yang saat ini sedang berjalan di Indonesia. Dengan aplikasi
digital, usaha mikro keripik tempe bisa memanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi usahanya sehingga pendapatan
mereka meningka
File Tambahan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Rattih Poerwarini, Mochamad Lukman Zaini, Priska Wulan Ndari

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.